Perlakuan Khusus untuk Padi Varietas B3

Perlakuan Khusus untuk Padi Varietas B3

Aji Bintara

Jika sekarang sedang marak dan ngetren beberapa petani mencoba menanam padi benih super, yang ber malai panjang, berbulir banyak dan diharapkan menghasilkam tonase yang hebat. Perlakuan super juga harus diterapkan pada padi jenis ini. Jika ingin hasil yang luar biasa tentu tak bisa dengan cara yang biasa-biasa saja.
Untuk mambahas persoalan budidaya padi berbulir banyak (B3) ini, kami membaginya dalam 3 tahap persiapan cara budidayanya.

Pertama, Tahap pengolahan tanah
Untuk tahap ini, pastikan bahwa sawah  termasuk sawah cukup sehat. Amati apakah sewaktu panen dipotong atas? kemudian jerami dimasukkan lagi ke hamparan sawah. Jika ini sudah berlangsung hampir 10 tahun. Dengan cara panen potong atas, kemudian jerami dibalikkan lagi ke sawah maka cara ini membuat lahan pertanian jadi sehat.

Nah, bila hamparan sawah kita tidak demikian ( jerami tak dimasukkan lagi ke sawah ) maka pemberian pupuk kandang/kompos mutlak  diberikan. Pemberiannya minimal 2 ton per hektar. Sebab, padi yang akan kita tanam adalah padi berbulir banyak. Bila ada pertanyaan : “Apakah harus jerami dibalikkan lagi ke sawah?”.
Jawaban saya:  “Sebaiknya demikian”.

Sebab dengan adanya jerami tsb maka proses pemupukan selanjutnya terutama buat pemupukan kimia yang diberikan pada fase vegetatif dan generative akan lebih mudah diserap oleh akar tanaman. Bila tidak, maka proses penyerap pupuk yang kita berikan tak maksimal diserap akar tanaman.

Selanjutnya, setelah pengolahan lahan sebaiknya diberikan MOL. Bisa menggunakan MOL dari bonggol pisang. Penggunaan MOL/pupuk hayati dalam proses ini akan membuat tanah sawah akan lebih sehat.
Di dalam MOL/pupuk hayati banyak terkadung multi mikroba / lelemet ( makhluk halus ). Makhluk yang tidak kelihatan oleh mata kita. Tapi dapat kita rasakan manfaatnya.

Setelah pemberian MOL/pupuk hayati maka multi mikroba/lelemet ini akan bekerja giat untuk membuat tanah sehat. Tanah sehat adalah tanah yang ketika diberikan air irigasi atau ada air hujan maka tanah sawah tsb akan menyerap lebih banyak air.

Tanah sehat adalah ketika diberikan pupuk akan mudah masuk ke dalam sawah. Kemudian, pupuk ini bertahan agak lama di dalamnya. Selanjutnya mudah  diserap oleh akar tanaman.

Jadi, bila kita ingin budidaya  tanaman padi yang berbulir banyak  jangan lupakan jerami padi sisa panen. Jerami tsb sebaiknya dimasukan kembagi ke dalam sawah. Atau bila mau diberikan pupuk kompos yang cukup. Selanjutnya semprotkan MOL/pupuk hayati sewaktu pengolahan lahan sawah.

Kedua, Pemupukan di masa vegetative
Dalam tahap vegetative ini, kita bisa membagi pemupukan ini ke dalam 2 cara/pola pemberian :
Cara 1 : pupuk disebar  beberapa hari setelah tanam ( hst )
  • 5 hst – dosisnya  = 100 kg urea + 50 kg SP 36.
  • 15 hst – dosisnya = 50 kg urea + 50 SP36 dan 100 kg NPK ponska.
  • 30 hst – dosisnya  = 150 kg NPK ponska.
Cara 2 : pupuk disemprotkan ke daun
  • 10 hst – NPK mutiara dosis 6-7 sendok/tangki 14 liter
  • 20 hst – NPK mutiara dosis 6-7 sendok/tangki 14 liter + pemberian ZPT ( yang mengandung auksin atau sitokinin ).
Proses penyemprotan dilakukan dari pagi hari sampai jam 8 pagi. Atau bila sore penyemprotan sebaiknya di atas jam 17 sore. Pernah, dia melakukan proses penyemprotan di pagi hari sampai jam 10.30. Hasilnya: sebagian tanaman padinya ada yang kering seperti terbakar.

Catatan : sebetulnya, pemberian pupuk NPK bisa diganti merk apa saja, asal komposisinya mendekati pupuk NPK mutiara (16 16 16 )  seperti NPK ponska ( 15 15 15 ). Tapi kalau memakai seperti NPK Kujang ( 30 6 8 ) atau pelangi ( 20 10 10 ) dosis pupuknya bisa dikurangi dari 6-7 sendok menjadi 3-4 sendok saja.
Kemudian dalam pemberian ZPT/hormon sintetis  ini bisa merk apa saja. Yang penting ada kandungan hormon auksin, sitokinin dan lain-lain.

Ketiga, Pemupukan di masa generative
Untuk tahap ini, pemupukan semuanya dilakukan dengan cara disemprotkan ke daun. Dalam tahap ini dilakukan setiap pekan. Cuma, sewaktu proses penyerbukan dan sebelum malai padi agak merunduk, penyemprotan dihentikan sementara.

Tahap Penyemprotan
  • 45 hst – dosisnya =  5 sendok KCL + 5 sendok pupuk ZK  +3 tutup merk zpt tertentu + 1/8 tablet GA3 + 1 tutup kecil fungsida merk tertentu ( untuk mencegah penyakit dan membuat bulir bernas ) + mikro7 1 sachet.
Untuk mengetahui, apakah tanaman telah memasuki fase generatif ada caranya. Ambil contoh 1 batang tanaman yang menurut kita telah memasuki fase tsb. Kemudian belah bagian tanamannya.
Bila ada calon malai, maka tanaman tsb telah memasuki fase generatif. Untuk padi genjah, sekitar umur 45-47  hst biasanya telah memasuki fase tsb ( ditanam umur 20 hss ). Untuk patokan, biasanya pada padi seperti ciherang akan memasuki masa generatif ada selisish 5-7 hari dari padi genjah.
  • 52 hst – dosisnya =  5 sendok KCL + 5 sendok pupuk ZK  + 3 tutup merk zpt tertentu + 1/8 tablet GA3 + mikro7  (1 sachet).
55-60 hst dihentikan sampai malai mulai merunduk
  • 65  hst – dosisnya =  5 sendok KCL + 5 sendok pupuk ZK  + 3 tutup merk zpt tertentu + 1/8 tablet GA + 1 tutup kecil fungsida merk tertentu ( untuk mencegah penyakit dan membuat bulir bernas ) + mikro7 1 sachet.
  • 72 hst – dosisnya =  5 sendok KCL + 5 sendok pupuk ZK  +3 tutup merk zpt tertentu + 1/8 tablet GA  + mikro7 1 sachet
  • 80 hst – dosisnya =  5 sendok KCL + 5 sendok pupuk ZK +3 tutup merk zpt tertentu + 1/8 tablet GA3 + mikro7 1 sachet
Dicoba dahulu
Setelah mengetahui cara tsb, sebaiknya jangan langsung membuat keputusan menanam dalam skala luas. Sebaiknya cukup pilih 1 petak sawah tidak luas.
Kemudian, amati perkembangannya. Bila hasilnya sesuai dengan keinginan kita. Terutama malai yang panjang dan bernas, maka penanam dalam jumlah banyak bisa dilakukan.

Dicoba dengan varietas biasa
Dengan pola tsb, bisa juga dicoba dengan varietas lain. Kemudian amati perkembangannya, terutama daun bendera dan malai padinya. Dengan perlakuan ini, diharapkan daun bendera padi ciherang yang lebih panjang.

2 Post a Comment on Perlakuan Khusus untuk Padi Varietas B3

  1. Maaf pak mau tanya saya kan mau penelitian tentang pupuk mutiara di semprotkan. Cara menghitung pengenceranx gimana.terus kebutuhan perhektarnya berapa untuk yang dilarutkan dalam air.juga teori pendukung untuk kepekatan pengenceran pupuk tersebut.agar tanaman tidak gosong. Mohon bantuannya bapak.terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Praktek langsungnya 6-7 sendok makan untuk dilarutkan dalam satu tanki semprot 14 leter. atau kurang lebih 1 sendok makan setiap 2 liter air. Jika 1 sendok di perkiraka sekitar 30gr NPK mutiara. Berarti untuk 1kg NPK mutiara 16-16-16 bisa dilarutkan pada air sebanyak 67ltr air siap aplikasi.

      Hapus